LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_12) Kelas : XI TJKT-3 Nama : Raden Diazka Adhitya Budiman Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaring...
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_12)
Kelas : XI TJKT-3
Nama : Raden Diazka Adhitya Budiman
Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan / Sistem Operasi Jaringan / Pemrograman Web Topik: Instalasi dan Konfigurasi Web Server (Apache2) di Debian
Alokasi Waktu: 2 Pertemuan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah menyelesaikan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep dasar Web Server dan protokol HTTP/HTTPS.
Memahami peran Apache2 sebagai web server populer di Linux.
Melakukan instalasi paket Apache2 di Debian Server.
Menguji fungsi dasar web server dari komputer klien.
Menempatkan dan mengelola file website di direktori web server.
Memahami dasar-dasar Virtual Host (opsional, sebagai pengenalan).
B. TEORI SINGKAT:
1. Web Server:
Web Server adalah program komputer yang bertanggung jawab untuk menerima permintaan HTTP dari klien (biasanya web browser), melayani halaman web, dan konten web lainnya seperti gambar, stylesheet, dan skrip. Web server bertindak sebagai perantara antara pengguna dan website yang mereka ingin kunjungi. Ketika Anda mengetikkan alamat website di browser, browser mengirim permintaan ke web server, dan web server merespons dengan mengirimkan file-file website tersebut kembali ke browser Anda.
2. Apache2:
Apache HTTP Server, sering disebut Apache, adalah salah satu web server open-source yang paling populer dan banyak digunakan di dunia. Dikenal karena fleksibilitas, stabilitas, dan kemampuannya untuk dikustomisasi melalui berbagai modul. Apache2 adalah versi terbaru dari Apache yang digunakan di Debian dan banyak distribusi Linux lainnya.
Direktori default untuk menyimpan file website di Apache Debian adalah /var/www/html/.
C. ALAT DAN BAHAN:
Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi Debian Server (sudah terinstal Debian Server Core dengan IP statis dan SSH aktif).
Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi klien Windows/Linux (misal: Windows 10/11 atau Linux Client).
Software Virtualisasi: Oracle VirtualBox, VMware Workstation Player/Pro, atau Hyper-V.
Koneksi jaringan internal antar VM (misal: mode Internal Network atau Host-Only Adapter di VirtualBox/VMware, atau Private Switch di Hyper-V) untuk simulasi jaringan lokal. Pastikan klien dan server berada dalam segmen jaringan yang sama dan dapat saling ping.
Aplikasi klien SSH (misal: PuTTY untuk Windows, atau terminal bawaan untuk Linux/macOS) untuk mengakses Debian Server.
Web Browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, dll.) di klien.
Text Editor (Nano/Vi di Debian, Notepad++/VS Code di Windows) untuk membuat file HTML/PHP.
Lembar kerja dan alat tulis.
D. KESELAMATAN KERJA:
Pastikan sumber daya listrik stabil.
Ikuti instruksi dengan cermat.
Berhati-hatilah saat mengedit file konfigurasi sistem. Selalu backup file konfigurasi penting sebelum mengeditnya.
Laporkan kepada guru/instruktur jika ada kendala atau kerusakan.
Pastikan IP Address Debian Server adalah statis dan tidak ada firewall yang memblokir port HTTP (port 80) atau HTTPS (port 443).
E. LANGKAH KERJA:
BAGIAN 1: PERSIAPAN DEBIAN SERVER
Login ke Debian Server:
Akses Debian Server Anda melalui konsol VM atau via SSH dari komputer Host/klien.
Login sebagai user biasa (misal: adminlab), lalu gunakan sudo su - atau sudo -i untuk berpindah ke user root.
Verifikasi IP Address Server (STATIS):
Ketik ip a
Pastikan IP Address server Anda sudah statis (misal: 192.168.10.10/24). Ini akan menjadi IP web server Anda.
Hasil:
Update Sistem:
Sebelum menginstal paket baru, selalu update daftar paket dan upgrade sistem:
apt update
apt upgrade -y
BAGIAN 2: INSTALASI APACHE2
Instal Paket Apache2:
Ketik perintah berikut untuk menginstal paket web server Apache2:
apt install apache2 -y
Tunggu hingga proses instalasi selesai.
Verifikasi Layanan Apache2:
Setelah instalasi, layanan Apache2 seharusnya otomatis berjalan. Anda bisa memeriksanya dengan:
systemctl status apache2
Pastikan statusnya active (running).
BAGIAN 3: PENGUJIAN WEB SERVER DARI KLIEN
Konfigurasi Jaringan Klien (Windows/Linux):
Pada VM klien Windows/Linux, pastikan adaptor jaringannya diatur ke mode yang sama dengan server (Internal Network/Host-Only).
Konfigurasi IP Address klien agar berada dalam segmen jaringan yang sama dengan server (misal: 192.168.10.20/24). Pastikan klien dapat ping ke IP Debian Server.
Akses Default Page Apache:
Buka Web Browser di klien Windows/Linux Anda.
Ketik IP Address Debian Server Anda di address bar: http://192.168.10.10
Tekan Enter.
Anda seharusnya melihat halaman "Apache2 Debian Default Page". Ini menandakan web server Apache2 Anda telah berfungsi dengan baik dan dapat diakses dari jaringan.
BAGIAN 4: HOSTING HALAMAN WEB SEDERHANA
Mengenal Direktori Default Web Apache:
Direktori default tempat Apache mencari file website adalah /var/www/html/.
Isi dari direktori ini akan ditampilkan ketika Anda mengakses IP web server.
Membuat File HTML Sederhana di Server:
Kembali ke terminal Debian Server Anda (via SSH atau konsol VM).
Hapus file index.html default (opsional, jika Anda ingin halaman Anda menjadi default):
rm /var/www/html/index.html
Buat file HTML baru:
nano /var/www/html/index.html
Isi dengan kode HTML sederhana berikut:
HTML
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Halaman Web Pertama Saya</title>
<style>
body { font-family: Arial, sans-serif; text-align: center; margin-top: 50px; background-color: #f0f0f0; }
h1 { color: #333; }
p { color: #666; }
</style>
</head>
<body>
<h1>Selamat Datang di Web Server Debian Saya!</h1>
<p>Ini adalah halaman web sederhana yang dihosting oleh Apache2 di Debian.</p>
<p>Anda berhasil menginstal dan mengkonfigurasi web server.</p>
<p>Waktu Server: <span id="time"></span></p>
<script>
function updateTime() {
const now = new Date();
document.getElementById('time').textContent = now.toLocaleString();
}
setInterval(updateTime, 1000);
updateTime();
</script>
</body>
</html>
Tekan Ctrl+X, lalu Y, lalu Enter untuk menyimpan dan keluar.
Membuat File PHP Sederhana (Opsional - Jika ingin mendukung PHP):
Jika Anda ingin web server Anda juga bisa menjalankan PHP, Anda perlu menginstal paket PHP untuk Apache:
apt install php libapache2-mod-php -y
systemctl restart apache2
Buat file PHP baru:
nano /var/www/html/info.php
Isi dengan kode berikut:
PHP
<?php
phpinfo();
?>
Tekan Ctrl+X, lalu Y, lalu Enter.
Uji Akses Halaman Web dari Klien:
Kembali ke Web Browser di klien Anda.
Refresh halaman http://192.168.10.10. Anda seharusnya sekarang melihat halaman HTML sederhana yang Anda buat.
Jika Anda membuat info.php, akses http://192.168.10.10/info.php. Anda seharusnya melihat halaman informasi PHP.
BAGIAN 5: KONFIGURASI VIRTUAL HOST (OPSIONAL/PENGENALAN)
Catatan: Konfigurasi Virtual Host memungkinkan Anda untuk meng-host lebih dari satu website pada satu web server yang sama, masing-masing dengan nama domainnya sendiri (misal: www.domainku.com dan www.domainlain.net). Ini adalah konsep lanjutan.
Membuat Direktori untuk Virtual Host:
mkdir -p /var/www/domainku.local/public_html
chown -R www-data:www-data /var/www/domainku.local
chmod -R 755 /var/www/domainku.local
Membuat File HTML untuk Virtual Host:
nano /var/www/domainku.local/public_html/index.html
Isi dengan HTML berbeda:
HTML
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<title>Domainku.local</title>
</head>
<body>
<h1>Ini adalah Website untuk domainku.local</h1>
<p>Berhasil membuat Virtual Host!</p>
</body>
</html>
Simpan dan keluar.
Membuat File Konfigurasi Virtual Host:
Salin template default:
cp /etc/apache2/sites-available/000-default.conf /etc/apache2/sites-available/domainku.local.conf
Edit file baru:
nano /etc/apache2/sites-available/domainku.local.conf
Ubah isinya menjadi:
Apache
<VirtualHost *:80>
ServerAdmin webmaster@localhost
ServerName domainku.local # Nama domain virtual host Anda
ServerAlias www.domainku.local # Alias jika ada
DocumentRoot /var/www/domainku.local/public_html
<Directory /var/www/domainku.local/public_html/>
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride All
Require all granted
</Directory>
ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined
</VirtualHost>
Simpan dan keluar.
Mengaktifkan Virtual Host dan Menonaktifkan Default:
Nonaktifkan default site:
a2dissite 000-default.conf
Aktifkan virtual host baru:
a2ensite domainku.local.conf
Uji Konfigurasi Apache dan Restart:
apache2ctl configtest (Pastikan Syntax OK)
systemctl restart apache2
Konfigurasi DNS Klien untuk Virtual Host (Jika DNS Server lokal sudah diatur):
Jika Anda sudah mengkonfigurasi DNS Server di Debian (seperti LKPD sebelumnya), tambahkan A record untuk domainku.local yang menunjuk ke IP web server Anda (192.168.10.10).
Jika tidak, edit file hosts di klien Windows (C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts) atau Linux (/etc/hosts) dan tambahkan baris:
192.168.10.10 domainku.local
Uji Akses Virtual Host dari Klien:
Buka web browser di klien.
Ketik http://domainku.local di address bar. Anda seharusnya melihat halaman HTML untuk domainku.local.
F. HASIL PENGAMATAN / ANALISIS:
- Apa fungsi utama dari web server : Fungsi utama web server adalah melayani permintaan (request) dari klien atau browser dan mengirimkan kembali respon berupa halaman web atau data lainnya. Web server bertanggung jawab untuk mengelola file website, memproses permintaan HTTP/HTTPS, serta memastikan konten web dapat diakses oleh pengguna melalui jaringan.
- Perbedaan antara index.html dan info.php dalam konteks Apache2 serta prasyarat eksekusi info.php : Index.html merupakan file statis yang langsung ditampilkan oleh web server tanpa pemrosesan tambahan. Sementara itu, info.php adalah file dinamis yang berisi kode PHP dan harus diproses terlebih dahulu oleh interpreter PHP sebelum hasilnya ditampilkan di browser.
- Agar info.php dapat dieksekusi, Apache2 harus terintegrasi dengan PHP, misalnya melalui modul PHP atau PHP-FPM, serta layanan Apache dan PHP harus berjalan dengan baik.
- Konsep Virtual Host pada Apache2 dan penggunaannya : Virtual Host pada Apache2 adalah mekanisme untuk menjalankan beberapa website atau domain pada satu server yang sama. Setiap virtual host memiliki konfigurasi tersendiri seperti nama domain, direktori dokumen, dan pengaturan log. Virtual Host digunakan ketika satu server perlu meng-host lebih dari satu website, baik dengan domain berbeda maupun port atau alamat IP yang berbeda.
- Cara memverifikasi layanan Apache2 berjalan dengan benar di Debian Server : Layanan Apache2 dapat diverifikasi dengan mengecek status service menggunakan perintah
systemctl status apache2dan memastikan statusnya aktif. Selain itu, dapat dilakukan pengujian melalui browser atau perintahcurldengan mengakses alamat IP server ataulocalhostuntuk memastikan halaman default Apache2 dapat ditampilkan tanpa error.
G. KESIMPULAN:
Setelah menyelesaikan LKPD ini, saya memperoleh pemahaman mengenai fungsi dan peran web server dalam menyajikan konten web kepada pengguna. Saya juga mempelajari perbedaan antara konten statis dan dinamis, konsep Virtual Host, serta cara memverifikasi layanan Apache2 pada sistem Debian Server.
Web server memiliki peran penting sebagai penghubung antara pengguna dan konten web. Instalasi serta konfigurasi Apache2 di Debian memungkinkan proses hosting website menjadi lebih terstruktur, fleksibel, dan efisien, sehingga website dapat diakses dengan baik sesuai kebutuhan pengguna maupun administrator server.
H. PENILAIAN:
Penugasan :
Screenshot instalasi paket apache2.
Screenshot systemctl status apache2.
Screenshot tampilan "Apache2 Debian Default Page" di browser klien.
Screenshot file index.html atau info.php yang dibuat.
Screenshot tampilan halaman web Anda di browser klien.
Screenshot file konfigurasi Virtual Host (www.nama_anda.net).
Screenshot hasil apache2ctl configtest.
Screenshot hasil akses Virtual Host di browser klien.
Unggah ke blogger anda dan sertakan keterangan tahapan dan kesimpulan pembelajaran tersebut.
COMMENTS