LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_14) Kelas : XI TJKT-3 Nama : Raden Diazka Adhitya Budiman Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaring...
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_14)
Kelas : XI TJKT-3
Nama : Raden Diazka Adhitya Budiman
Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan / Sistem Operasi Jaringan / Basis Data
Topik: Instalasi dan Konfigurasi phpMyAdmin dan Database di Debian
Alokasi Waktu: 2 Pertemuan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Setelah menyelesaikan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep dasar Database Server dan DBMS (Database Management System).
Memahami peran MariaDB/MySQL sebagai database server dan phpMyAdmin sebagai antarmuka administrasi web.
Melakukan instalasi MariaDB/MySQL di Debian Server.
Mengamankan instalasi MariaDB/MySQL.
Melakukan instalasi Apache2 dan PHP yang mendukung koneksi database.
Melakukan instalasi dan konfigurasi phpMyAdmin.
Membuat database dan user baru melalui command line dan phpMyAdmin.
Menguji akses dan fungsionalitas phpMyAdmin dari komputer klien.
B. TEORI SINGKAT:
1. Database Server dan DBMS:
Database Server adalah program yang menyediakan layanan database ke program komputer lain atau komputer. Sementara DBMS (Database Management System) adalah perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk membuat, mengelola, mengambil, dan memperbarui data dalam database. Contoh DBMS yang populer adalah MySQL dan MariaDB.
2. MariaDB / MySQL:
MySQL adalah sistem manajemen basis data relasional (relational database management system - RDBMS) open-source yang sangat populer, sering digunakan bersama PHP untuk aplikasi web. MariaDB adalah fork dari MySQL yang dikembangkan oleh komunitas dan sering menjadi pengganti drop-in untuk MySQL, menawarkan performa dan fitur tambahan. Di Debian, MariaDB adalah implementasi default saat Anda menginstal paket mysql-server.
3. phpMyAdmin:
phpMyAdmin adalah aplikasi web open-source yang ditulis dalam PHP, berfungsi sebagai alat administrasi basis data MySQL atau MariaDB melalui antarmuka web. Ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan database (membuat, mengubah, menghapus database, tabel, kolom, mengelola user, menjalankan query SQL, dll.) tanpa harus mengetik perintah SQL di command line.
C. ALAT DAN BAHAN:
Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi Debian Server (sudah terinstal Debian Server Core dengan IP statis dan SSH aktif).
Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi klien Windows/Linux (misal: Windows 10/11 atau Linux Client).
Software Virtualisasi: Oracle VirtualBox, VMware Workstation Player/Pro, atau Hyper-V.
Koneksi jaringan internal antar VM (misal: mode Internal Network atau Host-Only Adapter di VirtualBox/VMware, atau Private Switch di Hyper-V) untuk simulasi jaringan lokal. Pastikan klien dan server berada dalam segmen jaringan yang sama dan dapat saling ping.
Aplikasi klien SSH (misal: PuTTY untuk Windows, atau terminal bawaan untuk Linux/macOS) untuk mengakses Debian Server.
Web Browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, dll.) di klien.
Lembar kerja dan alat tulis.
D. KESELAMATAN KERJA:
Pastikan sumber daya listrik stabil.
Ikuti instruksi dengan cermat.
Berhati-hatilah saat mengedit file konfigurasi sistem. Selalu backup file konfigurasi penting sebelum mengeditnya.
Laporkan kepada guru/instruktur jika ada kendala atau kerusakan.
Pastikan IP Address Debian Server adalah statis dan tidak ada firewall yang memblokir port HTTP (port 80) atau port MySQL (port 3306).
E. LANGKAH KERJA:
BAGIAN 1: PERSIAPAN DEBIAN SERVER
Login ke Debian Server:
Akses Debian Server Anda melalui konsol VM atau via SSH dari komputer Host/klien.
Login sebagai user biasa (misal: adminlab), lalu gunakan sudo su - atau sudo -i untuk berpindah ke user root.
Verifikasi IP Address Server (STATIS):
Ketik ip a
Pastikan IP Address server Anda sudah statis (misal: 192.168.10.10/24).
Hasil:
Update Sistem:
Sebelum menginstal paket baru, selalu update daftar paket dan upgrade sistem:
apt update
apt upgrade -y
BAGIAN 2: INSTALASI APACHE2 DAN PHP
Instal Apache2:
apt install apache2 -y
Verifikasi status: systemctl status apache2
Instal PHP dan Modul Penting:
apt install php libapache2-mod-php php-mysql php-json php-mbstring php-xml php-gd php-curl -y
php-mysql adalah modul penting agar PHP bisa terhubung ke database MySQL/MariaDB.
php-mbstring, php-json, php-xml, php-gd, php-curl adalah modul umum yang dibutuhkan oleh banyak aplikasi web, termasuk phpMyAdmin.
Restart Apache2:
systemctl restart apache2
BAGIAN 3: INSTALASI DAN KONFIGURASI MARIA DB/MYSQL
Instal MariaDB Server:
apt install mariadb-server mariadb-client -y
Amankan Instalasi MariaDB/MySQL:
Jalankan skrip keamanan: mysql_secure_installation
Anda akan diminta beberapa pertanyaan:
Enter current password for root (enter for none): Tekan Enter jika belum ada password.
Set root password? [Y/n]: Ketik Y lalu Enter. Masukkan password baru untuk user root database Anda (catat password ini!), ulangi.
Remove anonymous users? [Y/n]: Y (Disarankan)
Disallow root login remotely? [Y/n]: Y (Disarankan untuk keamanan)
Remove test database and access to it? [Y/n]: Y (Disarankan)
Reload privilege tables now? [Y/n]: Y
Uji Login MySQL dari Command Line:
mysql -u root -p
Masukkan password root database yang baru Anda buat.
Jika berhasil login, Anda akan masuk ke prompt MariaDB [(none)]>.
Ketik exit; untuk keluar.
BAGIAN 4: INSTALASI DAN KONFIGURASI PHPMYADMIN
Instal phpMyAdmin:
apt install phpmyadmin -y
Selama proses instalasi, Anda akan diminta beberapa konfigurasi:
Web server to reconfigure automatically: Pilih apache2 dengan menekan spasi (agar terpilih) lalu Enter.
Configure database for phpmyadmin with dbconfig-common?: Pilih Yes.
Password of the database administrator: Masukkan password root MariaDB/MySQL Anda yang baru dibuat.
Password for phpmyadmin application's database user: Biarkan kosong dan tekan Enter untuk membuat password otomatis, atau masukkan password khusus untuk user phpMyAdmin (catat jika Anda membuatnya manual).
Membuat Symlink phpMyAdmin (Jika diperlukan):
Secara default, phpMyAdmin akan terinstal di /usr/share/phpmyadmin/.
Apache sudah dikonfigurasi untuk mengenali ini, tetapi jika ada masalah, Anda bisa membuat symbolic link ke direktori web Apache:
ln -s /usr/share/phpmyadmin /var/www/html/phpmyadmin
Ini akan membuat phpMyAdmin dapat diakses via http://[IP_SERVER]/phpmyadmin.
Restart Apache2:
systemctl restart apache2
BAGIAN 5: PENGUJIAN PHPMYADMIN DAN DATABASE
Konfigurasi Jaringan Klien (Windows/Linux):
Pastikan VM klien Anda dapat terhubung ke Debian Server (IP Address dalam satu segmen jaringan).
Akses phpMyAdmin dari Klien:
Buka Web Browser di klien Windows/Linux Anda.
Ketik IP Address Debian Server Anda diikuti dengan /phpmyadmin/ di address bar:
http://192.168.10.10/phpmyadmin/
Tekan Enter.
Anda seharusnya melihat halaman login phpMyAdmin.
Login ke phpMyAdmin:
Username: root
Password: Masukkan password root database Anda yang Anda set saat mysql_secure_installation.
Klik Go atau Login.
Jika berhasil, Anda akan masuk ke antarmuka phpMyAdmin.
Membuat Database Baru Melalui phpMyAdmin:
Di halaman utama phpMyAdmin, klik tab Databases di bagian atas.
Pada bagian Create database, masukkan nama database baru (misal: db_siswa).
Untuk Collation, pilih utf8mb4_general_ci (direkomendasikan untuk kompatibilitas karakter).
Klik tombol Create.
Database baru Anda akan muncul di daftar di sebelah kiri.
Membuat User Database Baru Melalui phpMyAdmin:
Klik database db_siswa yang baru Anda buat di daftar kiri.
Klik tab Privileges di bagian atas.
Klik Add user account.
Masukkan User name (misal: usersiswa).
Untuk Host name, pilih Local atau localhost.
Masukkan Password dua kali untuk usersiswa (catat password ini!).
Di bagian Database for user account, pilih Grant all privileges on database db_siswa.
Biarkan opsi global privileges default.
Klik tombol Go di bagian paling bawah.
Uji Akses Database dengan User Baru:
Logout dari phpMyAdmin (klik ikon Logout di kiri atas).
Coba login kembali dengan Username: usersiswa dan password yang baru Anda buat.
Jika berhasil, Anda seharusnya hanya melihat database db_siswa yang Anda berikan aksesnya.
F. HASIL PENGAMATAN / ANALISIS
1. Alasan perlu menginstal Apache2 dan PHP sebelum phpMyAdmin
Apache2 dan PHP perlu diinstal terlebih dahulu karena phpMyAdmin adalah aplikasi berbasis web yang ditulis menggunakan bahasa PHP. Apache2 berfungsi sebagai web server untuk menyajikan halaman phpMyAdmin, sedangkan PHP berfungsi untuk mengeksekusi kode phpMyAdmin. Tanpa Apache2 dan PHP, phpMyAdmin tidak dapat dijalankan atau diakses melalui browser.
2. Fungsi perintah mysql_secure_installation dan pentingnya
Perintah mysql_secure_installation digunakan untuk meningkatkan keamanan instalasi MariaDB/MySQL. Perintah ini memungkinkan administrator untuk mengatur password user root database, menghapus user anonim, menonaktifkan login root dari jarak jauh, menghapus database test, dan memuat ulang privilege. Perintah ini sangat penting untuk mencegah akses tidak sah ke database server.
3. Paket database yang diinstal saat menjalankan apt install mariadb-server di Debian
Saat menjalankan perintah apt install mariadb-server, Debian akan menginstal MariaDB Server beserta dependensinya, termasuk MariaDB Client, library pendukung, dan service database yang kompatibel dengan MySQL. MariaDB berfungsi sebagai pengganti MySQL yang bersifat open-source dan stabil.
4. Penyebab tidak dapat mengakses http://192.168.10.10/phpmyadmin/ dari klien
Beberapa kemungkinan penyebab antara lain:
Layanan Apache2 belum berjalan.
phpMyAdmin belum terinstal atau belum dikonfigurasi dengan benar.
Konfigurasi Apache untuk phpMyAdmin belum diaktifkan.
Firewall memblokir akses ke port 80.
IP address server atau klien tidak berada dalam satu jaringan yang sama.
5. Perbedaan login phpMyAdmin sebagai root dan sebagai usersiswa
Login sebagai user root memiliki hak akses penuh terhadap seluruh database dan user, termasuk membuat, menghapus, dan mengubah database serta user lain.
Login sebagai usersiswa hanya memiliki hak akses terbatas sesuai privilege yang diberikan, misalnya hanya dapat mengelola database tertentu tanpa bisa mengubah konfigurasi global server.
6. Operasi database yang dapat dilakukan melalui phpMyAdmin tanpa menulis query SQL
Beberapa operasi yang dapat dilakukan antara lain:
Membuat dan menghapus database.
Membuat, mengedit, dan menghapus tabel.
Menambahkan, mengubah, dan menghapus data (record).
Mengatur user dan hak akses (privileges).
Mengimpor dan mengekspor database.
7. Cara memverifikasi layanan MariaDB/MySQL berjalan dengan benar di Debian Server
Layanan MariaDB/MySQL dapat diverifikasi dengan:
Mengecek status service menggunakan perintah
systemctl status mariadb.Login ke database menggunakan perintah
mysql -u root -p.Memastikan tidak ada error pada log database.
Jika service berjalan dan dapat diakses, maka MariaDB/MySQL berfungsi dengan baik.
G. KESIMPULAN
Setelah menyelesaikan LKPD ini, saya memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengelola database server menggunakan MariaDB/MySQL di sistem operasi Debian. Database server memiliki peran penting dalam aplikasi web karena berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pengelolaan data secara terstruktur.
MariaDB/MySQL menyediakan layanan database yang stabil dan efisien, sedangkan phpMyAdmin memudahkan proses administrasi database melalui antarmuka web tanpa harus selalu menggunakan perintah SQL secara manual. Dengan kombinasi web server, database server, dan phpMyAdmin, pengelolaan data dalam aplikasi web menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.
H. PENILAIAN:
Penugasan:
Screenshot instalasi Apache2, PHP, dan MariaDB.
Screenshot proses mysql_secure_installation.
Screenshot login mysql -u root -p dari command line.
Screenshot instalasi phpMyAdmin.
Screenshot halaman login phpMyAdmin dari klien.
Screenshot halaman utama phpMyAdmin setelah login.
Screenshot proses pembuatan database baru.
Screenshot proses pembuatan user database baru.
Screenshot login phpMyAdmin dengan user baru.
Unggah ke blogger anda dan sertakan keterangan tahapan dan kesimpulan pembelajaran tersebut.
COMMENTS